Showing posts with label KEUANGAN. Show all posts
Showing posts with label KEUANGAN. Show all posts

Halo, Apa Kabar Mister Dollar?

meme dollar lucu (facebook)
Tahukah anda kalau Mister Dollar sukses membuat beberapa orang menjadi galau sementara sebagian orang lain 'mendadak dangdut' tiba-tiba bin ujug-ujug berubah seketika menjadi analis pasar dan komentator ekonomi bercampur sentuhan politis?

Orang pebisnis menjadi galau karena harga kebutuhan produksi langsung melejit sehingga sebagian pihak harus mengerem produksi dan membatasi belanja bahan stok gudang sambil melihat situasi dan kondisi. Beberapa perusahaan terpaksa meliburkan sebagian karyawan untuk menyeimbangkan pemasukan dan pengeluaran.

Pasar konsumen 'sedikit' mengeluh karena harga barang merangkak naik seiring penyesuaikan HPP dari produsen dan distributor.

Saya sering melihat curhat konsumen di media sosial  dan membaca informasi warta ekonomi di media online (website terpercaya bukan blog abal-abal yang sering menjadi provokator), saya bisa memaklumi hal tersebut. Bahkan saya ikut merasakan dampak kekuatan Mister Dollar menggoncang pasar.

Jujur, kadang saya merasa geli saat membaca analis pasar dan komentator ekonomi dadakan yang seakan-akan sekejap mata mendapat anugerah pikiran super pintar dalam meramaikan info di sosial media. Walaupun mayoritas analisa mereka berbau-bau sentuhan politis dan rasa sentimen pada pihak tertentu.

Sekelompok orang yang tidak pernah bersentuhan langsung dengan Mister Dollar mendadak curhat kalau duit Rupiah tidak laku di pasaran. Helloooo ... anda bayar pakai dollar atau rupiah saat beli tempe di pasar? Ungkapan duit Rupiah tidak laku di pasaran itu terlalu lebay, sodara. Kalau nilainya menurun ya itu baru benar.

Ternyata Mister Dollar menggeliat tidak hanya di Indonesia, info ini yang selalu ditutupi oleh pihak tertentu yang diharapkan bisa menjadi alat provokasi massa. Beberapa negara ikut merasakannya.

Jika kemarin pergerakan dollar naik maka kini perlahan mulai turun.

Dikutip dari detik :

Seperti dikutip dari data perdagangan Reuters, Jumat (9/10/2015), sampai siang ini dolar AS sudah jatuh hingga 500 poin. Rupiah hari ini paling perkasa di antara mata uang negara tetangga.

Mata uang negara-negara tetangga juga sama-sama menguat terhadap dolar AS. Berikut ini daftarnya:
  • Yuan China +0,07%
  • Rupee India +0,42%
  • Ringgit Malaysia +2,66%
  • Dolar Singapura +0,21%
  • Won Korea Selatan +1,09%
  • Dolar Taiwan +0,99%
  • Dolar Australia +0,38%
  • Dolar Selandia Baru +0,13%
  • Rupiah Indonesia +3,68%
  • Baht Thailand +0,39%
  • Peso Filipina +0,52%
Sementara mata uang yang masih keok lawan dolar AS hari ini adalah:
  • Dolar Hong Kong -0,01%
  • Yen Jepang -0,05%
http://finance.detik.com/read/2015/10/09/124140/3040406/6/dolar-as-keok-di-mana-mana

Bisa dilihat dalam daftar tersebut, ada beberapa negara yang digoyang Mister Dollar. Mungkin, ini yang disebut Krisis Global. Ketika banyak negara ikut terpengaruh oleh pergerakan USD baik naik maupun turun. (Sssttt ... jangan percaya saya karena saya bukan orang ekonomi)

Saya hanya mencoba positif thinking bahwa ekonomi belum kiamat. Masih banyak cabang produksi yang siap menyambut pasar konsumen. Mister Dollar memang penting tetapi bukan hal terpenting sehingga harus memprovokasi massa untuk kegiatan negatif.

Dan ... ada pemandangan menarik ketika banyak orang beramai-ramai menyerbu tempat penukaran uang (Money Changer). Banyak Investor dadakan yang mengalami rugi bandar karena penguatan rupiah.

Lalu, apa kesimpulan dari tulisan ini?
WOLES aja mas bro! Kita hidup di Indonesia yang memakai mata uang Rupiah. Kalau saya sih masih percaya kalau besok hari belum kiamat ekonomi. Saya memilih bekerja dan bekerja sebatas kemampuan

Hobi Menyalahkan Orang Lain

Hobi Menyalahkan Orang Lain adalah salah satu penyakit mental yang sering menjangkiti umat manusia. Ada orang yang suka menyalahkan orang lain untuk setiap kejadian menyedihkan, menyakitkan dan dirasakan memberatkannya. Dia merasa sudah berbuat maksimal dengan benar dan tidak melakukan kesalahan tetapi hasil yang diterima tidak sesuai harapan maka dicarilah kambing hitam atas nasibnya bahkan menyalahkan lingkungan yang dirasa tidak mendukungnya. Dia berpedoman dirinya selalu benar.

Hobi Menyalahkan Orang Lain adalah sifat kekanak-kanakan serta egois mau menang sendiri

Biasanya, orang yang memiliki Hobi Menyalahkan Orang Lain akan diikuti hobi suka mengeluh. Sedikit-sedikit curhat mengeluhkan kesulitan hidup dan betapa berat bebannya dengan tujuan mengharap belas kasihan orang lain. Diakhir curhat akan terselip kemarahan pada orang dan pihak yang dianggap bertanggungjawab pada kesulitannya.

Kejadian menyalahkan orang lain ini sering terjadi karena orang tersebut sulit untuk menerima tanggung jawab

Berhentilah untuk menyalahkan siapa pun.
Hindarkan diri dari sikap yang menyalahkan siapa pun atau apa pun, apalagi membiarkan energi benci menjadi bagian dari sistem keyakinan hidup. Sebab, energi benci di dalam hati hanya akan membuat Anda jauh dari rasa damai, nyaman, dan bahagia.

Sikap suka menyalahkan orang lain akan menghasilkan emosi negatif secara berlebihan, dan dampaknya Anda akan selalu hidup dalam stres yang berlebihan. Stres yang berlebihan merupakan ancaman yang sangat serius buat kesehatan diri Anda

Kebutuhan Hidup yang semakin komplek memang memberatkan bagi semua orang dengan penghasilan pas-pasan. Bagi para pegawai dan karyawan yang menerima gaji bulanan, banyak biaya dan tagihan yang harus dibayar sementara harga kebutuhan pokok semakin naik tentu membuat pusing ketika harus mengatur kondisi keuangan agar tidak jebol di tengah bulan. Uang gaji harus dikelola dengan benar agar cukup sampai 'tanggal muda' saat menerima gaji lagi dan kalau bisa menyisakan sebagian pendapatannya sebagai tabungan.

Ada pegawai dan karyawan yang bijak dan bisa berpikir kreatif mencari penghasilan tambahan tetapi ada pula orang yang lebih suka menyalahkan orang lain atas kesulitan keuangannya. Pemerintah sering menjadi sasaran tembah dan kambing hitam karena dianggap tidak becus mengurus negara sehingga harga kebutuhan pokok terus naik.

Orang sering menyalahkan para pejabat pemerintah dan mengatakan bahwa mereka tidak bisa mengatur negara, padahal jika mereka adalah salah satu dari pejabat pemerintah, apakah mereka bisa mengatur negara ini lebih baik ? Belum tentu dan tidak ada jaminan 100%.

Menyalahkan orang lain bukanlah solusi dan juga tidak akan mengubah situasi. Hobi Menyalahkan Orang Lain hanya menghabiskan energi. Kenapa energi itu tidak dimanfaatkan untuk berpikir kreatif daripada terbuang percuma tanpa hasil?

Saat ini masalah yang jelas di depan mata adalah kekurangan uang untuk membayar semua kebutuhan dan keinginan. Terkadang ada orang yang tidak bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan sehingga mereka merasa bebannya semakin berat. Sebaiknya singkirkan ego keinginan dan dahulukan memenuhi kebutuhan. Jika ternyata keuangan masih dirasa kurang, cari uang tambahan di jalan yang benar dan halal.
Allah berfirman: “Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (Qs. Ath-Thalaq: 2-3)
Allah sudah jelas memberikan 1001 jalan rejeki, tugas kita mencari jalan rejeki yang benar.

Masih risau karena merasa kekurangan?
Bersyukurlah atas rejeki yang sudah didapat, berdoa pada Allah SWT, Cari rejeki tambahan dan berhentilah menyalahkan orang lain
Nabi Muhammad saw bersabda, “Sungguh, seandainya kalian betawakkal kepada Allah  dengan sebenar-benar tawakkal, nescaya kalian akan diberi rezeki sebagaimana rezeki burung-burung, mereka berangkat pagi-pagi dalam keadaan lapar, dan pulang  di petang hari dalam keadaan kenyang.” (Ahmad dan Tirmizi)
Saya sering mengingatkan diri sendiri begini :

  • Jika mengeluh bisa merubah keadaan maka saya akan menjadi pengeluh nomor 1. 
  • Jika menyalahkan orang lain bisa membuat saya merasa nyaman dan aman pada diri sendiri dan tidak mau dicap buruk oleh orang lain maka saya akan terus menyalahkan orang 

Mengenal MEA : Peluang dan Tantangan

Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) atau ASEAN Economic Community (AEC) adalah bentuk integrasi ekonomi ASEAN dalam artian adanya system perdagaangan bebas antara Negara-negara asean. MEA disepakati oleh Indonesia dan sembilan negara anggota ASEAN untuk mengubah ASEAN menjadi daerah dengan perdagangan bebas barang, jasa, investasi, tenaga kerja terampil, dan aliran modal yang lebih bebas.

Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akan dimulai di penghujung tahun 2015

MEA 2015 hanyalah salah satu pilar dari 10 visi mewujudkan ASEAN Community. Kesepuluh pilar visi ASEAN Community tersebut adalah outward looking, economic integration, harmonious environment, prosperity, caring societies, common regional identity, living in peace, stability, democratic, dan shared cultural heritage (Kementerian Luar Negeri, 2014).

MEA dilakukan agar daya saing Asean meningkat serta bisa menyaingi Cina dan India untuk menarik investasi asing. Penanaman modal asing di wilayah ini sangat dibutuhkan untuk meningkatkan lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan.

Pembentukan pasar tunggal yang diistilahkan dengan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) ini nantinya memungkinkan satu negara menjual barang dan jasa dengan mudah ke negara-negara lain di seluruh Asia Tenggara sehingga kompetisi akan semakin ketat.

Berbagai profesi seperti tenaga medis boleh diisi oleh tenaga kerja asing pada 2015 mendatang (Foto : www.bbc.co.uk)

Di dalam MEA ini  memungkinkan satu negara, misalnya, Indonesia untuk menjual berbagai macam produknya dengan mudah ke negara-negara lain di seluruh Asia Tenggara sehingga kompetisi akan semakin ketat. MEA juga tidak hanya mengandalkan perdagangan produk atau jasa, tetapi juga tenaga kerja profesional, seperti, dokter, suster, pengacara, dan profesi lainnya.

Tujuan MEA ini untuk membebaskan segala bentuk pungutan impor dan ekspore, misalnya seperti barang, jasa, tenaga kerja profesional yang diharapkan untuk meningkatkan ekonomi yang tergabung dalam MEA tersebut.

Staf Khusus Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dita Indah Sari, menjelaskan bahwa MEA mensyaratkan adanya penghapusan aturan-aturan yang sebelumnya menghalangi perekrutan tenaga kerja asing.
"Pembatasan, terutama dalam sektor tenaga kerja profesional, didorong untuk dihapuskan," katanya.
"Sehingga pada intinya, MEA akan lebih membuka peluang tenaga kerja asing untuk mengisi berbagai jabatan serta profesi di Indonesia yang tertutup atau minim tenaga asingnya."
Riset terbaru dari Organisasi Perburuhan Dunia atau ILO menyebutkan pembukaan pasar tenaga kerja mendatangkan manfaat yang besar.

Selain dapat menciptakan jutaan lapangan kerja baru, skema ini juga dapat meningkatkan kesejahteraan 600 juta orang yang hidup di Asia Tenggara.

Pada 2015 mendatang, ILO merinci bahwa permintaan tenaga kerja profesional akan naik 41% atau sekitar 14 juta.

Sementara permintaan akan tenaga kerja kelas menengah akan naik 22% atau 38 juta, sementara tenaga kerja level rendah meningkat 24% atau 12 juta.

Namun laporan ini memprediksi bahwa banyak perusahaan yang akan menemukan pegawainya kurang terampil atau bahkan salah penempatan kerja karena kurangnya pelatihan dan pendidikan profesi.

Singapura adalah negara ASEAN yang dapat dikatakan paling siap menghadapi MEA 2015. Meski tidak yang paling tertinggal, Indonesia masih perlu kerja ekstra untuk menghadapi MEA 2015 ini. Ini mengingat dalam beberapa hal strategis, Indonesia relatif tertinggal.

Studi Bank Dunia (2013) menyebutkan, daya saing produk ekspor Indonesia relatif tertinggal dibanding negara-negara ASEAN lain, terutama kaitannya dengan nilai tambah produk ekspor kita. Komposisi ekspor kita terbesar didominasi komoditas (resource based) dan barang primer (primary product). Kondisi ini menyebabkan ekspor Indonesia rentan dengan gejolak harga. Hal ini pula yang saat ini kita rasakan, ekspor kita melemah akibat pelemahan perekonomian dunia yang menyebabkan harga komoditas dunia juga ikut menurun.

Berbeda dengan Singapura, Malaysia, dan Thailand, sebagian besar ekspornya didominasi oleh produk-produk yang telah disentuh teknologi (medium and high tech product). Kondisi infrastruktur kita juga relatif tertinggal. Infrastruktur logistik kita misalnya berdasarkan Logistics Performance Index (LPI) 2012 yang dikeluarkan Bank Dunia, Indonesia hanya menduduki peringkat ke-59 atau jauh di bawah Singapura yang berada di puncak di antara 155 negara yang disurvei.

Ekspor kita menjadi kurang bersaing karena nilai tambahnya rendah. Di sisi lain, Indonesia akan menjadi pasar barang dan jasa impor yang empuk, sementara nilai tambah dari barang dan jasa impor tersebut bagi kita sangat kecil. Saat ini dampak dari rendahnya daya saing kita tersebut sudah terasa. Sejak 2012 neraca perdagangan kita telah defisit. Sementara neraca jasa kita sejak dulu tidak mengalami perbaikan, dalam arti selalu defisit.

Sepertinya Indonesia harus memiliki kebijakan yang agak revolusioner untuk mengubah kondisi yang akut ini. Kebijakan fiskal kita harus berubah, dari yang terlalu costly ke operasional dan subsidi BBM untuk dialihkan ke anggaran investasi, infrastruktur, dan penguatan industri manufaktur. Tanpa langkah-langkah seperti ini, rasanya sulit kita bisa mengejar ketertinggalan daya saing kita. Di sisi lain, kebijakan sektoral juga harus memperlihatkan kesungguhannya untuk memperkuat daya saing industri nasional kita. MEA 2015 tinggal sebentar lagi.

Menteri Perdagangan Rahmat Gobel menuturkan tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang akan dimulai di penghujung tahun 2015.
"Tidak sedikit masyarakat mengatakan kekhawatirannya memasuki MEA. Saya selalu jawab simple. Tidak ada yang perlu ditakuti," kata Rahmat dalam pidatonya, saat seminar 'Economic Outlook: Indonesia 2015 and Beyond: Reinventing Economic Priorities', Jakarta, Kamis (6/11). 
Rahmat mengatakan, Indonesia tetap harus menghormati apapun yang sudah disepakati.

Menurut Staf Direktorat Kerja Sama ASEAN Kementerian Perdagangan, Astari Wirastuti, saat ini Indonesia tengah berada pada arus perdagangan global sehingga para pelaku UKM harus bersiap dan berani bersaing dengan produk dari negara lain. Menutup diri dari dunia yang dinamis bukanlah pilihan terbaik.

Referensi :
  • www.sunarsip.com
  • http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2014/11/28/015331126/Gubernur.Jawa.Barat.Khawatir.Masyarakat.Belum.Tahu.Apa.Itu.MEA
  • http://nasional.kontan.co.id/news/mendag-jangan-takut-sama-mea-2015
  • http://www.marketing.co.id/apa-itu-masyarakat-ekonomi-asean-mea/
  • http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2014/08/140826_pasar_tenaga_kerja_aec

Gerak Cepat di Waktu Krisis

Saya termasuk orang yang berpikir cepat tidak mau berbelit dan menunda saat menentukan hal penting yang berhubungan dengan diri pribadi maupun keluarga. Saya yang menjadi nahkoda tidak mau membuat keluarga sebagai penumpang kapal harus harap-harap cemas tanpa kepastian ketika saya ragu dalam memilih. Tentu saja saya mempunyai analisa sederhana dan perhitungan agar setiap pilihan membawa dampak negatif minimalis.

Sedikit berbagi ...

Tanggal 4 Januari 2013 saya resign dari perusahaan yang sudah memberikan banyak hal yang bermanfaat. Perusahaan yang sudah memberikan saya kesempatan untuk berkembang. Sungguh, saya wajib berterimakasih pada semua teman, manajemen dan pak boss

Jujur, saat resign, saya belum mempunyai gambaran dan bayangan mau kemana langkah kaki ini diayunkan. Saya hanya berpikir bahwa dunia ini luas dan Allah Maha Kaya. Ketika saya mau berusaha dan berdoa maka Insya Allah akan terbuka pintu rejeki untuk keluarga

Kebiasaan menjadi orang gajian dan tiba-tiba berstatus 'pengangguran' otomatis membuat saya mengalami krisis keuangan. Memang ada sedikit tabungan tetapi ketika saya tidak bisa memanfaatkannya dengan baik dan benar pasti akan menjadi masalah besar bagi keluarga. Ekonomi keluarga terancam defisit anggaran dan kemungkinan terbesar bisa pailit

Beberapa hari saya merenung untuk mengambil langkah strategis hingga menemukan kesimpulan yang harus segera dieksekusi yaitu :

  • Mengurangi dan memangkas pengeluaran
  • Menata asset 
  • Membuat skala prioritas
  • Menyusun rencana kerja
  • Merancang sekoci cadangan

Saya menganalisa sendiri langkah-langkah di atas, dan setelah selesai perhitungan 1/2 matang saya berdiskusi dengan isteri sebagai manager keuangan dan direktur operasional dalam manajemen keluarga. Tentu saja ada penolakan tetapi saya mencoba menjelaskan plus minusnya demi menyelamatkan biduk keluarga


Beginilah penjabaran dari rencana di atas

Mengurangi dan memangkas pengeluaran

Banyak hal yang masuk sektor pengeluaran harus dianalisa agar bisa menghemat uang tabungan sambil menunggu saya mendapatkan pekerjaan baru atau memulai bisnis mandiri.

Saya meminta isteri mendata pengeluaran. Ternyata ada hal ini dan itu yang bisa dilakukan, sementara saya sendiri mengambil langkah memutuskan sambungan telepon rumah, mengurangi pengeluaran uang pulsa, dan berhenti berlangganan media cetak. Alhamdulillah langkah sederhana ini bisa menghemat uang minimal Rp. 500.000,- per bulan

Menata Asset

Beberapa asset penting harus dihitung ulang manfaat keuntungan dan kerugiannya sesuai faktor kepentingannya. Jika terpaksa harus segera dijual untuk menambah uang tabungan yang bisa memperpanjang umur ekonomi keluarga.

Akhirnya, saya menemukan bahwa asset mobil itu penting dan sekaligus tidak penting. Saya putuskan untuk menjual. Selama ini mobil jarang digunakan cuma menjadi barang pajangan di garasi rumah. Mobil hanya menjadi hal penting dan dipakai saat mudik pulang kampung. Saya kemukakan alasan pada isteri bahwa pulang kampung bisa menumpang pada saudara atau menggunakan angkutan umum seperti bus AKAP atau kereta api. Pasti akan merepotkan dan tidak nyaman tetapi menjual mobil adalah pilihan strategis demi masa depan keluarga

Memiliki mobil hanya menjadi beban anggaran keluarga khususnya untuk perawatan dan ongkos operasional. Saya memilih memangkasnya dengan resiko berkurang kadar kenyamanan dalam transportasi

Membuat skala prioritas

Semua kebutuhan hari ini dan masa depan harus didata terperinci. Daftar yang bisa dibuat seperti ini :

  • Melunasi hutang : saya tidak mau dibebani hutang dalam kondisi keuangan belum jelas arah dan tujuannya. Saya ingin memulai hidup baru dalam kondisi hutang disaldo NOL RUPIAH
  • Menghitung biaya pendidikan anak : pendidikan adalah penting untuk masa depan anak. saya harus mengamankan minimal untuk 5 tahun ke depan 
  • Mengambil asuransi kesehatan : kesehatan itu penting, berapapun uang yang didapat dari perusahaan asuransi pasti lebih baik dibandingkan 100% harus keluar dari kantong sendiri. Asuransi kesehatan sangat membantu saat keadaan mendesak  
  • Menghitung kebutuhan keluarga per bulan
  • Tabungan
  • Membuat unit usaha : berapapun uang di tabungan pasti cepat habis kalau tidak diputar dalam sektor produksi. Saya dan isteri sepakat membuat warung makan dengan asumsi bisa mendapat penghasilan tambahan dan keluarga bisa 'numpang makan' di warung tersebut.

Menyusun rencana kerja

Pilihan saya adalah melamar kerja di perusahaan lain atau membuat usaha mandiri. Saya memilih membuat unit usaha dengan modal kecil yang tersedia. Saya mencari dan terus mencari bidang usaha halal sampai akhirnya memilih ke industri kreatif dalam skala UKM

Merancang sekoci cadangan

Hidup harus realistis. Manusia bisa berusaha tetapi Tuhan Yang Maha Menentukan. Saya membuat sekoci cadangan kalau ternyata semua rencana tidak berjalan dan gagal dieksekusi.

Saat itu, anak saya baru naik kelas 4 SD, saya asumsikan jika saya gagal membangun bisnis maka lulus SD atau lulus SMP saya memilih memboyong keluarga untuk pulang kampung. Saya akan jual atau sewakan aset yang ada di Tangerang dan membuat unit usaha baru di kampung halaman.

.....

Demikian hal kecil dan sederhana yang saya lakukan demi ekonomi keluarga di masa depan. Tentu saja ada pro dan kontra dari keluarga tetapi Insya Allah saya bermaksud baik dan saya yakin bahwa Tuhan Maha Baik yang akan memberikan rejeki sesuai ikhtiar serta kerja keras yang sudah saya lakukan.

Saya dan keluarga harus mau mengurangi kadar kenyamanan agar bisa tercapai tujuan di masa depan

Saat saya membaca cara pandang beberapa orang tentang pencabutan subsidi BBM, saya jadi ingat kembali pengalaman nyata tersebut.

Ternyata Malaysia juga berencana melakukan pencabutan subsidi BBM yang hanya menjadi beban keuangan negara. Perdana Menteri Malaysia Najib Razak
"Mengurangi defisit fiskal adalah tanggung jawab moral dari generasi kami," ujar Najib di hadapan parlemen Malaysia bulan lalu, seperti dilansir dari AFP.
"Kami tidak mau di masa depan rakyat Malaysia terjebak dalam lilitan utang pemerintah," kata Najib (sumber : detik)
Tulisan dari Rhenald Kasali tentang Mitos-Mitos Seputar Kenaikan Harga BBM cukup jitu mengupas alasan kenaikan harga BBM.

Saat ini ada mitos BBM Harus Murah karena masih banyak masyarakat kita yang beranggapan Indonesia adalah negara yang kaya minyak dan gas.

Selain itu ada perhitungan bahwa ketika Indonesia bisa melakukan penghematan dari sisi negosiasi pembelian bensin dari Angola yang mencapai angka penghematan Rp 10 T menjadi alasan penolakan pada keputussan mengurangi harga BBM. Kalau dapat untung ya jual yang lebih banyak lagi dan uang keuntungan dipakai untuk subsidi BBM di dalam negeri. Begitu?

Saya cari sumber aslinya dan menemukan tulisan di Tempo seperti ini
Menteri Energi Sudirman Said mengatakan pembelian minyak dari Angola ini dapat menghemat pengeluaran negara sebesar US$ 2,5 juta atau sekitar Rp 30 triliun sehari. Sudirman mengatakan nilai dan volume pembelian minyak dari Angola masih dibahas. Namun Sudirman memberi gambaran, jika Indonesia mampu membeli 100 ribu barel sehari, nilai impor minyak yang selama ini dibelanjakan bisa ditekan hingga 25 persen. "Seperempat dari kebutuhan impor sudah dipenuhi oleh satu perusahaan," katanya
Saya bukan orang ekonomi, saya buta ilmu soal analisa keuangan dan miskin pengetahuan soal harga BBM tetapi saya analogikan dengan pengalaman yang sudah saya nikmati adalah :
Pangkas pengeluaran, berhemat, cari arus uang kas masuk lebih besar, buat skala prioritas dan pergunakan di sektor produktif
Mengurangi kadar kenyamanan dengan harapan mendapatkan hasil yang bagus di masa depan

Saya melihat saat ini pemerintahan Jokowi-JK berusaha mencari pemasukan untuk menambah kas negara, mengurangi beban pengluaran karena subsidi BBM, dan memindahkannya ke sektor produktif. Saya seperti anda semua pasti merasa berat dengan keputusan strategis ini tetapi jika hal ini bisa membawa perubahan baik maka saya setuju.

Semoga saja tidak ada penjualan asset tetapi kalaupun terjadi penjualan asset negara pasti sudah melalui mekanisme dan perhitungan matang soal untung dan ruginya. Saya membaca bahwa penjualan asset negara melalui prosedur yang rumit dan melibatkan banyak pihak terkait. Kalaupun hal terburuk harus menjual asset negara semoga rakyat mendapatkan informasi yang benar soal untung dan ruginya secara detail dan terperinci agar tidak menjadikan bahan fitnah.

Bagaimana menurut anda?

DISCLAIMER :
Artikel ini bukan pesanan dari siapapun dan pihak manapun. Saya hanya bicara menurut data dan fakta yang saya alami langsung dan bisa ditemukan dari media. Mohon maaf kalau ada salah asumsi

Modal Usaha Untuk UKM

Sering kita merasa tidak mempunyai modal (uang) sehingga menghalangi niat untuk membuka usaha mandiri atau berbisnis. Masalah modal adalah penghalang utama ketika seseorang ingin bekerja mandiri, mencari uang sendiri tanpa menjadi karyawan di perusahaan / instansi lain.

Modal selalu dikaitkan dengan masalah keuangan. Padahal sebenarnya setiap orang (tanpa disadari) sudah mempunyai modal yang bisa dimanfaatkan untuk hidup mandiri.

Membaca wikipedia (http://id.wikipedia.org/wiki/Faktor_produksi), saya percaya kalimat berikut :
Saat ini ada lima hal yang dianggap sebagai faktor produksi, yaitu tenaga kerja (labor), modal (capital), sumber daya fisik (physical resources), kewirausahaan (entrepreneurship), dan sumber daya informasi (information resources)
Modal dalam arti capital (uang?) hanya salah 1 bagian dari faktor produksi. Artinya bahwa jika kita sudah memilik faktor produksi yang lain ya Insya Allah kita bisa membuka lapangan kerja baru.

Pengertian modal antara lain :
Modal merupakan sejumlah dana yang menjadi dasar untuk mendirikan suatu perusahaan, perusahaan menggunakan dana ini untuk membelanjai aktivitas perusahaan dalam menghasilkan produk barang dan jasa
Apakah sebuah perusahaan bisa berdiri tanpa modal sejumlah dana yang besar?

BISA! Asalkan anda sudah mempunyai tenaga kerja (labor), sumber daya fisik (physical resources), kewirausahaan (entrepreneurship), dan sumber daya informasi (information resources). Disini saja menghilangkan faktor modal (capital). Sebenarnya tidak benar-benar menghilangkan tetapi menyingkirkan sementara faktor modal (capital) dan nanti akan dipakai saat keadaan mendesak.

Pengalaman saya dan beberapa teman seperjuangan sudah membuktikan bahwa BISNIS TIDAK PERLU MODAL BESAR. Perusahaan startup yang kami dirikan adalah ANTI TEORI karena modal kami hanya BISMILLAH, SEMANGAT, JARINGAN RELASI, KERJA KERAS. Modal awal yang keluar hanya membeli 1 DOMAIN NAME dan HOSTING yang dibayarkan per tahun.

Seperti tertulis di Wikipedia, Kami hanya perlu menyiapkan :

Sumber daya fisik
Faktor produksi fisik ialah semua kekayaan yang terdapat di alam semesta dan barang mentah lainnya yang dapat digunakan dalam proses produksi. Faktor yang termasuk di dalamnya adalah tanah, air, dan bahan mentah
Tenaga kerja
Tenaga kerja merupakan faktor produksi insani yang secara langsung maupun tidak langsung menjalankan kegiatan produksi. Faktor produksi tenaga kerja juga dikategorikan sebagai faktor produksi asli. Dalam faktor produksi tenaga kerja, terkandung unsur fisik, pikiran, serta kemampuan yang dimiliki oleh tenaga kerja. Oleh karena itu, tenaga kerja dapat dikelompokan berdasarkan kualitas (kemampuan dan keahlian) dan berdasarkan sifat kerjanya. 
Berdasarkan kualitasnya, tenaga kerja dapat dibagi menjadi tenaga kerja terdidik, tenaga kerja terampil, dan tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih. Tenaga kerja terdidik adalah tenaga kerja yang memerlukan pendidikan tertentu sehingga memiliki keahlian di bidangnya, misalnya dokter, insinyur, akuntan, dan ahli hukum. Tenaga kerja terampil adalah tenaga kerja yang memerlukan kursus atau latihan bidang-bidang keterampilan tertentu sehingga terampil di bidangnya. Misalnya tukang listrik, montir, tukang las, dan sopir. Sementara itu, tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih adalah tenaga kerja yang tidak membutuhkan pendidikan dan latihan dalam menjalankan pekerjaannya. Misalnya tukang sapu, pemulung, dan lain-lain. 
Berdasarkan sifat kerjanya, tenaga kerja dibagi menjadi tenaga kerja rohani dan tenaga kerja jasmani. Tenaga kerja rohani adalah tenaga kerja yang menggunakan pikiran, rasa, dan karsa. Misalnya guru, editor, konsultan, dan pengacara. Sementara itu, tenaga kerja jasmani adalah tenaga kerja yang menggunakan kekuatan fisik dalam kegiatan produksi. Misalnya tukang las, pengayuh becak, dan sopir.
Kewirausahaan
Faktor kewirausahaan adalah keahlian atau keterampilan yang digunakan seseorang dalam mengkoordinir faktor-faktor produk
Sumber daya informasi
Sumber daya informasi adalah seluruh data yang dibutuhkan perusahaan untuk menjalankan bisnisnya. Data ini bisa berupa ramalan kondisi pasar, pengetahuan yang dimiliki oleh karyawan, dan data-data ekonomi lainnya.
Berapa nilai modal dari aset yang kami miliki?

Entahlah, kami hanya merasa bahwa aset kami (Insya Allah) besar karena selama 2 tahun ini kami sudah bisa gaji perbulan walaupun ala kadarnya, menjalankan roda perusahaan, membayar kewajiban usaha tepat waktu, menyisihkan sebagian pendapatkan untuk investasi ke depan dan lain-lain.

Saya rasa masih banyak penjelasan lain secara lebih terinci dan detail soal modal, tulisan sederhana ini hanya sedikit gambaran bahwa UKM bisa berdiri dengan modal uang seadanya. Jangan takut berwirausaha mandiri karena setiap orang sudah mempunyai modal faktor produksi yang bisa diolah menjadi sumber uang